MARCHING LAPANGAN

Saat bermain musik selama pertunjukan lapangan, band membuat serangkaian formasi, yang disebut bor, di lapangan, yang mungkin berupa gambar, bentuk geometris, desain lengkung, atau balok musisi, meskipun kadang-kadang mungkin desain abstrak murni tanpa menggunakan spesifik bentuk. Biasanya, setiap anggota band memiliki posisi yang ditetapkan di setiap formasi. Dalam banyak pertunjukan band dan sebagian besar drum, posisi ini diilustrasikan dalam sebuah buklet genggam yang disebut buku latihan (juga dikenal sebagai buku dot). Bor buku, atau grafik bor, tunjukkan di mana setiap orang berdiri selama setiap set pertunjukan. Grafik bor termasuk garis halaman dan hash karena mereka akan berada di lapangan sepak bola yang sebenarnya, yang menunjukkan anggota band di mana berdiri dalam kaitannya dengan garis halaman dan hash.

Ada banyak cara untuk mendapatkan dari satu formasi ke yang berikutnya:

  1. Setiap anggota bergerak secara independen disebut bor hamburan atau pencar.
  2. Semua anggota bergerak bersama tanpa merusak gambar disebut mengambang.
  3. Anggota tetap pada garis dan busurnya, tetapi perlahan-lahan merusak gambar kadang disebut berputar, meluas, atau mengembun.
  4. Anggota masuk ke dalam jajaran atau regu, masing-masing melakukan manuver (seperti pemimpin yang mengikuti) yang mungkin atau mungkin tidak ditulis. Langkah tanpa naskah terkadang disebut opsi peringkat.
  5. Setiap anggota melakukan gerakan yang secara khusus tertulis. Dalam kasus ini, efek visual yang diinginkan sering kali merupakan gerakan itu sendiri dan bukan formasi akhir.
  6. Anggota di penghentian diperpanjang melakukan gerakan visual stasioner, seperti riak (seperti “gelombang”) atau semacam koreografi.

Pemain dapat menunjukkan lonceng instrumen mereka ke arah mereka bergerak, atau slide (juga disebut melintasi) dengan semua lonceng menghadap ke arah yang sama. Mereka mungkin juga mengarahkannya ke tengah lapangan. Band yang berbaris tepat waktu dengan musik biasanya juga menyelaraskan arah putaran individu, dan mencoba mempertahankan jarak antar individu dalam formasi (disebut interval). Kadang-kadang band secara khusus memiliki pemain angin mengubah instrumen mereka dari penonton untuk menekankan dinamika musik.

Pelengkap juga dapat menambah efek visual. Latar belakang dan alat peraga (samaran) dapat digunakan di lapangan yang sesuai dengan tema pertunjukan atau musik yang sedang dilakukan. Dalam acara komedi, khususnya untuk band universitas, penyiar dapat membaca lelucon atau skrip lucu di antara lagu; formasi yang berupa kata-kata atau gambar (atau lagu itu sendiri) dapat berfungsi sebagai garis pukulan.